Sebuah kontes diadakan lagi di Indonesia. Kalau biasanya yang diadakan adalah kontes kecantikan yang memperlihatkan kecantikan atau kemolekan tubuh peserta ataupun kontes menyanyi yang menyuguhkan merdunya suara kontestan yang siap menggetarkan hati pendengarnya, kali ini kontes yang diadakan adalah kontes robot. Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) ini diprakarsai oleh Ditjen Dikti Depdiknas. Kontes ini mempertemukan robot-robot yang dibuat oleh suatu Perguruan Tinggi. Berbeda dari event tahun lalu, tahun ini setiap Perguruan Tinggi hanya boleh mengirimkan satu robot saja. Dengan demikian persaingan akan makin panas, karena setiap PT akan mengirimkan satu wakilnya yang pastinya yang terbaik.
Dari data yang saya peroleh, ada 247 tim yang lolos seleksi awal. Dari jumlah tersebut, ada beberapa tim yang akan beradu tampil. Mereka adalah divisi senior beroda yang berisi 92 tim, senior berkaki dengan 42 tim, expert single mempunyai 38 tim dan swarm tim dengan jumlah peserta 17 tim. Dari jumlah peserta yang lolos tersebut, ada 16 tim wakil dari wilayah Jawa Timur. Angka yang tidak sedikit bagi event dengan peserta yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Juga ada beberapa PT daerah yang selama ini “tidur” mulai menunjukkan tajinya. Pencarian format robot yang baik mulai dilakukan oleh tim juara bertahan, (PENS)-ITS. JUMP-BE, nama im robot dari ITS ini mengubah tema robot mereka yang sebelumnya “pencarian Pulau Komodo” menjadi “Panjat Pinang”. Apa pebedaan dari tema mereka? Kita tuunggu saja kejutannya.
Berbeda lagi dengan pernyataan Helmy , kepala program Studi Sistem komputer Stikom, beliau menyatakan kalau robot LT-8 karya mereka sudah rampung 75 persen. Mereka tinggal menyempurnakan sistem kendali mereka yang kurang baik. Tim ini juga memiliki semangat yang bagus. Mereka optimis akan menang dalam seleksi regional di ITS. Apakah itu memang benar? Mengingat juara bertahan sendiri bukan tim yang ecek-ecek, saya rasa tim ini akan kesulitan. Apapun hasilnya, salah satu diantara mereka akan mewakili daerah kita.
Panitia dari KRI dan KCRI akan melakukan kunjungan ke peserta agar panitia lebih memantau perkembangan pembuatan robot. Kunjungan itu dijadwalkan akan dilakukan mulai April. Mari kita dukung kontes robot ini. Dengan adanya kontes seperti ini, masyarakat Indonesia akan terus berupaya memajukan teknologi, mengingat perkembangan teknologi akhir-akhir ini sudah sangat pesat. Mungkin dengan kontes yang diadakan tiap tahun, Indonesia akan makin maju di bidang teknologi dan suatui saat akan menjadi negara dengan teknologi yang maju menyaingi Jepang ataupun negara-negara lain.
Kalau dari saya sendiri, sebaiknya Indonesia lebih meningkatkan keterampilan generasi muda di segala bidang. Salah satu contohnya di bidang teknologi. Akhir-akhir ini masyarakat segala aspek di negara maju sudah dikendalikan oleh teknologi. Contohnya di Amerika Serikat. Disana sistem transportasi sudah dikendalikan oleh komputer. Kapan giliran Indonesia? Lampu lalu lintas saja kadang-kadang “ngambek”. Pintu gerbang kereta api dikendalikan manual, kalau penjaganya lupa kadang tidak ditutup. Bahkan pintu kereta api ini ada yang tak bekerja. Kalau begini keadaannya, bagaimana kita bisa maju? Sudahlah, jelek-jelek begini ini negara kita, negara kesayangan kita, tanah air kita yang wajib kita sayangi, kita jaga dan kita bela. Suatu saat kita sebagai generasi muda harus memperbaiki keadaan seperti ini. Akhir kata, wassalam… Dan HIDUP INDONESIA!!!!
diambil dari koran Jawapos









