refleksi diri

Categorized Under: unimportant 9 Commented

I’m afraid to face this world. I just wanna be better, more and more, but there are big walls always try to stop my desire. I just be nothing! Nobody needs me. What i have to do now God? Just wait? Wait for what? I’m waiting for nothing!! Huh, it’s hard for me!!!

Sempat terlontar luapan kekesalan saya. Perasaan seperti itu tentunya tak hanya datang dari diri saya saja, semua orang pasti juga pernah merasakan hal yang sama. Merasa ‘tak ada’, merasa tak punya fungsionalitas yang berarti, artinya, ada atau tak adanya kita, tak akan ada pengaruh yang berarti. Tentunya yang seperti ini mempunyai dampak yang lumayan berarti. Baik bagi diri sendiri maupun orang yang ada disekitar kita. Hal yang tidak akan dapat kita hindari dari perasaan diatas ialah, timpulnya rasa pesimis yang berlebihan, akhirnya mengabaikan hal – hal yang ada disekitar kita, sehingga orang disekitar kita juga ikut terkena dampak tersebut.

Hal yang saya rasakan dari pengalaman diatas ialah, hilangnya semangat dalam beraktifitas. Kritikan akan selalu datang dalam situasi seperti itu, dan biasanya reflek yang terbentuk ialah, tetap saja tak menghiraukan kritik – kritik yang ada. Kadang hilangnya kepercayaan bisa juga terjadi. Orang di sekitar kita akan mulai mengalami degradasi kepercayaan terhadap kita. Akibatnya, akan makin menenggelamkan kita dalam hal tersebut. Semoga yang saya alami ini memang dampak dari keidak percayaan tersebut, bukan karena memang kualitas saya yang diragukan. Semoga…

Dengan pengalaman diatas, tentunya saya tidak ingin orang lain juga mengalami seperti yang saya lakukan. Menetapkan dan menjadikan tujuan awal kita adalah cara ampuh untuk bisa selalu merasa bisa dan selalu bisa berusaha untuk jadi lebih baik. Sadari kalau tekanan itu selalu ada, dan itu bukan halangan, anggap itu sebagai tantangan yang menunggu untuk kita selesaikan, dan akan makin menunjukkan bagaimana kualitas kita. Ingat, kualitas kita dalam menyelesaikan tantangan tesebut, akan makin menunjukkan bagaimana cara orang lain menilai kita.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • LinkArena
  • MisterWong
  • StumbleUpon
  • Live

9 Responses to “refleksi diri”

  1. IHSAN says:

    klo boleh saya ngomen

    seperti ungkapan “wujuduka ka adamihi” artinya “keberadaanmu sama dengan ketiadaannmu”
    hal itu memang merupaka sesuatu yang membuat kita merasa jengkel dan kehilangan semangat
    sehingga semuanya kita merasa negatif dan kita pun akhirnya ikut berfikiran negatif juga, dan ini yang berbahaya.
    kita harus tetap berfikiran positif apapun yang terjadi :D

    salam kenal

    [Reply]

  2. Fenty says:

    What happen Ziz ?? hmmm :-?

    [Reply]

  3. Hahahaha…
    type yang suka gk dikritik pada saat2 tertentu yo Mas…
    wajar2 ae kok…
    hehehehe…
    aku jek cilik…
    gk seberapa ngerti masalah gituan..
    tapi tetep berkepala ingin aja..
    Hahahaha..
    aku baru sadar kalau ultahHE sampeyan berdekatan karo aku..
    aku 22 Januari..
    hahahahah

    [Reply]

  4. noepa3 says:

    LEBIH CEPAT LEBIH BAIK!!!!!

    [Reply]

  5. rock-estate says:

    just be yourself bro…
    because everyone goes to heaven…
    and everybody is kind

    [Reply]

  6. and1k says:

    waaaw hebat bahasanya mendalam bangetzz

    [Reply]

  7. buJaNG says:

    Pengalaman adalah guru terbaik…

    [Reply]

  8. Buyung says:

    Ziz, kapan-kapan ojo lali mampir nang webku yo : http://www.direktori-iklan.com & http://www.referensi-iklan.com. Salam sukses Pak!!!!!!!!

    [Reply]

  9. moratmarit says:

    Bercermin dari pengalaman kemarin adlah hal yg paling baik.
    Lam kenal mas.. Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

    [Reply]

Leave a Reply