postingan ini adalah hasil dari kelelahan dan kepenatan sementara yang sedang hinggap di diri saya
Lelah di pikiran seakan tak pernah habis. Setelah selesai dengan suatu urusan, kita harus siap untuk urusan berikutnya. Adakah waktu untuk berhenti sejenak? Adakah waktu sejenak untuk kita bisa merenung? Merenungi segala yang sudah kita lakukan sebelumnya. Sebuah kesalahan sesaat yang lalu juga ikut menambah penuhnya kapasitas otak dan sukses membuat jantung berdetak makin cepat.
Kadang saya berpikir untuk bisa membuat dunia ini bersahabat, Membuat semua masalah yang ada hilang seketika, membuat apa yang saya inginkan terwujud saat itu juga. Tapi ini hanyalah suatu keinginan yang utopis, Suatu keinginan yang sangat mustahil untuk diwujudkan. Saya tidak ingin terjebak pada sesuatu yang tidak saya harapkan hanya dikarenakan oleh kelelahan sejenak ini. Saya adalah orang yang harus siap menghadapi masalah, karena masalah memang timbul untuk dihadapi, bukan untuk dihindari.
Yang saya inginkan untuk saat ini hanya sebuah kemantapan di hati. Sebuah kemantapan untuk bisa mengendalikan segala yang ada pada diri saya. Saya tak ingin sebuah disorientasi akan tujuan saya hinggap di diri. Saya tidak ingin orang lain menjadi susah karena ini. Apakah saya berdosa karena hal ini? Ataukah orientasi saya memang sudah berubah hingga saat ini?










kalimat kata terahir ambigu ziz…. hehe orientasi apakah itu??
[Reply]
wah susah nek menginginkan dunia seperti apa yang kita mau.. karena dunia ga bisa kita atur sendiri… yang lebih penting dari semua masalah itu pasti akan mendewasakan kita untk melangkah ke arah yang lebih baik seharusnya….. tetep teguh dengan tujuan hidup ae ziz
[Reply]
sekalian hetrik.. eman-eman
[Reply]
tetep semangat bro…
jangan mudah menyerah, kalo kita menyerah, maka kita tidak konsisten dalam mencapai tujuan kita…
semangat…semangat…
[Reply]
lelah dan capek sudah menjadi bagian dari dinamika hidup, mas azis. jangan mengeluh karena masalah, *duh kok jadi sok nasihatin saya, haks* justru jadikan masalah itu sebagai tantangan yang harus dihadapi. tetep semangat, mas azis. semoga sukses.
[Reply]
ya. dengan adanya masalah akan membuat kita jadi lebih dewasa dan berpengalaman kok.
Kesabaran juga berperan penting disini
[Reply]
semoga ditunjukkan jalan menuju kebenaran
[Reply]
eh kamu edit apanya, koq saya ke blogmu diarahkan buka cpanel sih?
[Reply]
tulisannya nggak kelihatan seperti orang penat tuh.. :hahaha:
[Reply]
sante deeek..
refreshing dulu laaaa…
otak = komputer, jadi butuh di refresh, nanti pasti ’sembuh’
yang penting satu kata kuncinya..
mencoba eksis!
kebebasan eksistensi diri manusia harus dikembangkan, baru ente bisa ngomong masalah dengan orang lain,
pev\cahkan masalah tentang diri sendiri dulu ok dek..
** ngerti gak maksudte?**
aku dhewe yo embuh-embuhan soale
[Reply]
gak usah mengeluh jiz, sante wae, pokoke ikuti kata hati wae.. nek sekirone gak sreg yo gak usah dipekso, dadi awaek ndewek (bahasane si det tak colong!) diberi kesemmpatan relax laah…
kowe kakehan organisasi toh?
makane, dibagi tugas, ojo mbok borong tugase…
*aku wae kapok melu-melu organisasi*
[Reply]
tubuhmu adalah cairan otak dalam kantong plastik
yang diisi minuman bersoda rasa minyak tanah
otakmu tetap berkhotbah dengan buih soda itu
bau minyak tanah berbuih soda memusingkan kepala
muntah-muntah mengeluarkan entah
pusing-pusing memutar gasing
hah otakku menjerit dan mencari ruang jeritnya
[Reply]
apa dah ada usaha maksimal? usaha tuh wajib.. tapi kalopun gak berbuah yg manis.. bukan berarti itu akan jadi pahit ketika di makan… karena cuma Allah yang tau.. apa2 yg terbaik buat kita..
setujuhhh bro? he..he.. maav sok tau… hi..hi..
[Reply]
berhenti sejenak mas buat buat istirahat jangan di vorsir
kalo penat pergi ke gunung aja enak n adem :hahaha:
[Reply]
wes wes.. makane ojog *****-an aee..
weheheheh, maap, komen ini saya edit dikit, bahasnya gak etis uy….
menurut saya seh hehehehe[Reply]
@ yang komen diatas : masukan2 yang tentunya sangat berguna buat saya….. makasih semua….
[Reply]